Mungkin, tidak ada yang menyangka penemuan
kitab pararaton adalah penemuan salah satu kunci besar peradaban Jawa.
Mungkin, selamanya kita tidak pernah tahu
bahwa dibalik kebesaran Singosari, Majapahit, bahkan demak dan mataram islam,
terdapat pengorbanan seorang wanita besar... bernama KEN DEDES
Tapi semua itu tidak ada dalam istilah
sejarah, karena tidak ada “mungkin” dalam sejarah
Resensi Ala-Ala
Bagi sebagian orang, roman percintaan ken
arok dan ken dedes hanyalah salah satu cerita kuno abadi yang ada di Nusantara.
Tapi sepertinya itu tidak berlaku bagi pramoedya, penulis yang terkenal dengan
tetralogi bumi manusianya ini melihat roman ini dengan cara yang berbeda.
Bukankah seorang sastrawan besar memang seperti itu? Bahkan kita tidak pernah
dapat menebak cara berpikir mereka
Aku bukannya bilang ini sinopsis, resensi ,
atau apalah itu. Mangkanya bilang aja
yang bagian ini resensi ala-ala. Mungkin lebih tepatnya aku bilang review. Re
itu pengulangan, view itu melihat, yah.. begitulah
Kalau aku boleh memberikan sinopsis, ini tak
ubahnya apa yang sering kita dengar dari cerita arok dedes. Perjalanan dimana
ken arok berusaha menggulingkan bupati tumapel yang bernama tunggul ametung
kemudian memperistri ken dedes. Tidak ada penambahan atau penggubahan
sebenarnya. Cuman di beberapa bagian dibuat realistis, tidak dengan ala-ala
mistis. Pram benar-benar menceritakan apa adanya. Namun, seorang sastrawan
tentu penceritaannya berbeda dengan buku-buku sejarah yang biasa kita baca
ketika sekolah dulu.
Salah satu hal yang tidak biasa bagiku ketika
membaca novel arok dedes adalah bagaimana sang penulis membawaku ke abad itu.
Pendeskripsiannya tentang lokasinya, bahasa yang dipakai tokoh-tokohnya, suasana yang dibangun, dan segala tetek
bengek yang membuat cerita ini benar-benar membuatku seolah tertarik ke
zamannya, bukankah itu menakjubkan? Kamu hanya perlu membaca arok dedes untuk melakukan
yang namanya “time travel” ke zaman
kerajaan kediri singosari.
Ketika membaca tetralogi bumi manusia, aku
juga merasakan masuk ke zaman pergerakan dan itu menakjubkan . Tapi perasaan
ini kian besar dengan adanya arok dedes, kekagumanku berkali lipat ketika pak
pram mampu membawaku ke abad 10 M.
Sembilan abad sebelum beliau lahir, bukankah itu sangat menakjubkan?
Ketika membaca arok dedes kita akan
diantarkan sebuah desa-desa Nusantara yang belum ada hingar-bingar suara mesin.
Semuanya terasa hijau dan masih alami. Jawa sebelah timur yang sudah tersentuh
peradaban, tapi bukan peradaban seperti sekarang tentunya.
Sebelum adanya singosari maupun majaphit, ada
sebuah kerajaan besar yang ada di jawa timur yang biasa kita sebut kerajaan
kadiri. Kerajaan yang bermula dari kerajaan medang ini memang namanya masih ada
bahkan sampai sekarang, tapi jangan bayangkan kekuasaannya sebatas wilayah
kabupaten kediri sekarang. Sebagai kerajaan besar Nusantara, tentu wilayah jauh
melampaui itu. Dinasti isyana yang didirikan mpu sindok ini mampu bertahan lama
meneruskan nenek moyangnya, kejayaan mataram yang ada di jawa tengah.
Mengambil banyak setting di daerah malang dan
kediri, alur penceritaanya mengalir dengan alami tentunya dimulai dengan siapa
ken dedes, tunggul ametung, maupun ken arok. Tiga tokoh utamanya digambarkan
dengan baik. Kita tidak diberikan penceritaan yang tiba-tiba. Kita dibuat
memahami latar belakang mengapa ken dedes istimewa, alasan tunggul ametung
memperistri kendedes, dan siapa sih ken arok? Tentu dia bukanlah orang yang
tiba-tiba saja ada dan merebut kekuasaan tunggul ametung bukan? Ada alasan
dibalik semuanya dan itu membuat realitasnya terbangun dengan baik.
Sudah ya, itulah beberapa pendapat saya
tentang bukunya pram. Tapi bukan berarti ini sudah selelsai karena reviewnya
justru dimulai dari sini.
Review ala-ala
Ketika membaca atau mendengar ken arok pasti
nama lain yang akan diingat adalah ken dedes. Betapa itu menjadi sangat manis
dimana kau dan kekasihmu menjadi pasangan yang namanya abadi dalam sejarah? Romeo
and juliet, laila dan majnun, jalaludin dan mumtaz mahal, dan pasangan-pasangan
lain yang namanya abadi itu menorehkan kisah cinta mulai dari yang pilu, indah,
dan tragis. Eh, indonesia juga punya sih yang era modern, sebut saja habibi dan
aiunun. Kan, cinta kita mengukirkan sejarah, menggelarkan cerita penuh suka
duka, sehingga.. udah deh malah nyanyi.
Sebagai pendiri dinasti isyana, sri rajasa aka
bapak ken arok ini memang memiliki andil besar. Namun, yang sosok yang tak
kalah besarnya bahkan kunci dari besarnya dinasti isyana justru menurutku adalah
sang perempuan teristimewa ibu Ken dedes, yang mungkin sepanjang sisa hidupnya
kita tidak pernah tahu apakah sang perempuan istimewa itu bahagia atau tidak?
Ken Dedes dan seluruh
keistimewaan yang melingkupinya
Membayangkan pernikahan pertamamu adalah
dengan sosok lelaki diktator yang hanya mementingkan kepentinganmu tentu adalah
hal mengerikan. Ken dedes tak ubahnya pemain utama wanita di cerita-cerita
wattpad yang kadang hilir mudik di wattpad, dipaksa menikahi seorang penguasa
karena kecantikan dan keistimewaanya. Namun, ini tidak berakhir sebahagia
cerita CEO ala-ala di wattpad.
Penderitaan sang wanita istimewa tak berhenti
sampai disitu, pernikahan keduanya juga tak bisa dibilang indah. Dia, sebagai
wanita utama, sang permaisuri harus berbagi suami dengan ken umang, sahabat
suaminya. Meski suaminya kini jauh lebih baik karena ken arok bukanlah seorang
bodoh, pemerkosa, ataupun dikatator tapi melihat bagaimana anak-anakmu tumbuh
dengan dendam tentu adalah hal yang mengerikan. Ibu mana yang menginginkan itu???
Ken dedes biasa disebut dengan ntiswari. Oleh
sang maha kuasa dia diberi keistimewaan bahwa siapapun yang memperistrinya akan
menjadi penguasa besar dan keturunannya akan menjadi orang-orang besar. Seperti
halnya kecantikan cleopatra yang membawa kebaikan dan keburukan, ken dedespun
juga tak luput dari itu.
Hal yang sering aku bilang pada
murid-muridku, belajar sejarah itu jangan dihapalkan, itu sulit biar dilan aja,
eh. Maksudku, sejarah itu penalaran dan sejarah itu cerita. Kalau belajar
sejarah itu ya harus melihatnya dari sebuah cerita. Lihat kan kalau kita
melihat film atau baca novel pasti secara tidak langsung kita tahu pemerannya
siapa, ngapain aja, dan dimana saja. Begitupun dengan sejarah. Ini nanti aku
bahas lebih lanjut di postingan berikutnya.
Begitupun ketika aku membayangkan ken dedes. Rasanya
aku berada di kerajaan singosari dimana intrik kerajaan berjalan begitu pelik.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaanmu sebagai permaisuri yang sudah
tahu bahwa pertumapahan darah diantara anak-anakmu tidak akan terelakkan. Pasti
setiap hari si bu ken dedes ini, eh salah maksudku eyang dedes ini menangis dan
meminta petunjuk sang hyang bathara untuk keselamatan suami dan anak-anaknya.
Ken dedes bukan perempuan sembarangan.
Ayahnya adalah seorang yang telah mengabdikan hidupnya untuk sang hyang
bathara, tentulah pengorbanan orang taunya berpengaruh terhadap putrinya, dari
kecil sudah didik agama dan menjadikannya soerang wanita yang cerdas. Mungkin
karena pengorbanan sang ayah dan memang ken dedes bukanlah wanita biasa seperti
kita yang melakukan banyak dosa, sang maha kuasa memberikan ken dedes
keistimewaan yang aku sebutkan di atas.
Sepanjang aku belajar ilmu agama, aku selalu
terkagum dengan keitimewaan kaumku. Sebut saja kedua istri nabi Ibrahim as.
Hajar dan sarah adalah dua wanita istimewa. Hampir semua para nabi adalah
keturunan sarah. Sedangkan hajar, keturunan beliau adalah nabi agung Muhammad
saw, bukankah itu hal yang menakjubkan?
Pencapaian tinggi para wanita tentunya berbeda
dengan para lelaki seperti menguasai kerajaan, memperluas kekuasaan,
ataupun menaklukkan negara. Pencapaian
para wanita jauh melampauinya. Meski tidak terlalu terlihat di sejarah, para
wanitalah kunci kesuksesan semua itu. Bukankah dibalik kesuksesan seorang suami
pasti ada istri dan dibalik kesuksesan seorang pria pasti ada ibunya.
Bisa dibilang besarnya peradaban jawa karena
ken dedes. Beliau diberi keistimewaan sebagai ibu para raja jawa. Sungguh
keistimewaan yang menakjubkan. Dari rahim beliaulahraja-raja singosari ada, diteruskan oleh majapahit dan
jangan lupa juga kalau kerajaan demak dan mataram islam itu juga didirikan oleh
keturunan dari majapahit.
Wanita itu istimewa, dai adalah kunci
segalanya. Aku pernah bilang kepada temenku cowok, “kalau nyari istri itu yang
bener! Karena kunci baik buruknya keturunan itu ya ada di istri. Suami yang
baik itu tidak bisa menjadikan jaminan kalau anak-anaknya baik. Lihat saja
puta-putra nabi yaqub. Nabi yaqub adalah seorang yang alim. Meski dari ayah
yang sama, Yusuf dan benyamin itu perangainya berbeda dengan saudara-saudara
yusuf yang menjebloskan dia ke sumur. Itu kenapa? Karena yusuf dan benjamin itu
masih satu ibu, berbeda ibu dengan ketujuh saudara yusuf. See.. ibu itu menentukan”
Bukankah harusnya kita sebagai kaum wanita
merasa istimewa?
“Kita memang
istimewa”, dan hal inilah yang
harusnya membuat kita selalu semangat untuk selalu memperbaiki diri sendiri.
Mempersiapkan diri agar kelak ketika menjadi istri mampu menjadi istri yang
shilekah yang mampu mendidik anak-anak kita menjadi orang yang besar.
Pengorbanan jangan dilakukan hanya ketika sudah menjadi istri. Selayaknya ken
dedes maupun sang ayah yang sudah
berkorban dan berdoa sejak dini, kita sebagai wanita juga harusnya seperti itu.
Mencerdaskan dan mensholehahkan diri sejak dini. Aaah, enak ya ngomongnya tapi
berat nglakuinnya. Tapi gak papa, kita kan memang harus selalu berjuang?
Perlu kalian ketahui. Raja terbesar majapahit
memang hayam wuruk. Tapi pondasi kebesaran majapahit itu dibangun oleh penguasa
sebelum. Sang ibu, tribuaana tungga dewi. Sumpah palapa gajah madapun juga
terjadi masa tribuana. Bukankah ini menunjukkan kebesaran kaum kita wahai
wanita? Tribuana mungkin namanya tidak terlalu besar kalau dibandingkan yang
ain tapi aku yakin beliau sudah teramat bahagia dan bangga melihat bagaimana
pencapaian putranya.
Semoga kita para wanita bisa menjadi
wanita-wanita istimewa lainnya
Wasssalamualaikum
Ken Parawameswari J
Komentar
Posting Komentar